FIKRI IBRAHIM N

Blog tentang Robotik, Fisika, Fisika Instrumentasi, Elektronika, Komputasi dll.

Search

Showing posts with label Fisika Instrumentasi. Show all posts
Showing posts with label Fisika Instrumentasi. Show all posts

Monday, April 29, 2019

CARA MEMBUAT OHM METER DIGITAL MENGGUNAKAN ARDUINO


CARA MEMBUAT OHM METER DIGITAL MENGGUNAKAN ARDUINO DI PROTEUS


Cara membuat ohm meter digital ini merupakan tahap ke tiga dari pembuatan AVO Meter Arduino, setelah mempelajari materi sebelumnya yaitu Cara Membuat Ampere MeterArduino dan Cara Membuat Volt Meter Arduino. Maka selanjutanya adalah cara membuat ohm meter digital menggunakan arduino, sesuai dengan urutannya yaitu : AVO ( Ampere Volt Ohm). Dengan kata lain, alat ini fungsinya sama dengan multimeter, bedanya cuma di pengembangan saja.

Saya harap sebelum melanjutkan materi cara membuat ohm meter digital ini anda telah mempelajari dulu materi-materi sebelumnya ya, jangan lupa juga tentang hukum ohm, karena AVO Meter ini merupakan implementasi dari hukum Ohm.

Tahap I Perangkaian Alat Ohm Meter Digital

Seperti yang anda tau, kami menggunakan software Proteus untuk melakukan pengujian alat ohm meter digital, yaitu pengujian secara simulasi, karena hal ini memerlukan sebuah kalibrasi atau riset terlebih dahulu.

Kalau anda langsung terjun ke praktek dengan komponen asli, bakalan ribet... Aslina, hhe

Ikuti dulu aja tahapannya ya...

Cara membuat ohm meter digital
Gambar Rangkaian Ohm Meter di Proteus

Setelah anda membuat rangkain ohm meter digital seperti gambar diatas, selanjutnya pembuatan program dan telah saya siapkan di bawah, tinggal copas aja ke software arduino.

Program Ohm Meter Digital

int sensor = A2;
float Vcc = 5;
float R = 1000;

void setup()
{
Serial.begin(9600);
pinMode(sensor, INPUT);
}

void loop()
{
float adc = analogRead(sensor);
float Vadc = 5*adc/1023;
float buffer = (Vcc/Vadc)-1;
float R_ukur=(R/buffer);

Serial.print("R ukur: ");
Serial.print(R_ukur);
Serial.println(" Ohm");

delay(100);
}


Maka hasilnya akan seperti gambar dibawah, perhatikan R-sensor dan R-ukur ya.


ohm meter digital arduino
Gambar Hasil Ohm Meter Arduino


Tahap II Pemakaian LCD 16x4 Sebagai Interface (Antar Muka) Alat Ohm Meter Digital


Tahapannya sama seperti yang di Tahap I ya... kali ini hanya ditambah komponen Lcd saja.


Ohm meter digital menggunakan arduino
Gambar Design Fix Ohm Meter Arduino

Program Lengkap Ohm Meter Digital

#include <LiquidCrystal.h>  //memasukan fungsi library LCD
LiquidCrystal lcd(13, 12, 11, 10, 9, 8);// pin digital yang dipakai untuk lcd “ingat harus beruntun ya, sesuaikan dengan gmabar diatas”
int sensor = A2;
float Vcc = 5;
float R = 1000;

void setup()
{
Serial.begin(9600);
lcd.begin(16, 4);// definisi type lcd yang dipakai
pinMode(sensor, INPUT);
}

void loop()
{
float adc = analogRead(sensor);
float Vadc = 5*adc/1023;
float buffer = (Vcc/Vadc)-1;
float R_ukur=(R/buffer);
Serial.print("R ukur: ");
Serial.print(R_ukur);
Serial.println(" Ohm");

lcd.setCursor(0, 0);lcd.print("== Ohm Meter == ");
lcd.setCursor(0, 2);lcd.print("R = ");lcd.setCursor(4, 2);
lcd.print(R_ukur);lcd.print(" Ohm");

delay(100);
}


Semoga terbantu dan bermanfaat ya..Kalau ada kendala boleh komen aja disini. Atau hubungi saya via Facebook di SINI.

NEXT Project bikin APK buat interface data, save data dan save gambar menggunakan software Processing3.



BACA JUGA :

  1. Super Admob Pro Mastery White Hat Version
  2. Bikin Landing Page Pake Blogspot
  3. Cara Mempermudah Berbisnis Dropship
  4. Membuat Video Profesional dengan Power Point

Saturday, April 27, 2019

CARA MEMBUAT VOLT METER ARDUINO

CARA MEMBUAT VOLT METER ARDUINO DENGAN INTERFACE LCD 16x4


Materi cara membuat digital volt meter merupakan kelanjutan dari materi sebelumnya yang telah saya share tentang cara membuat AVO (Ampere Volt Ohm) Meter menggunakan arduino Cara Membuat AVO Meter Menggunakan Arduino. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang postingan digital volt meter ini, saya sarankan untuk membaca juga artikel saya sebelumnya tentang Cara Membuat Ampere Meter Menggunakan Arduino. Karena dalam postingan sebelumnya saya bahas lengkap cara-cara atau tutorial simulasinya di Proteus.

Oh ya.. Riset ini sebelumnya dilakukan oleh Dosen kami yaitu Prof. Mada Sanjaya WS, Ph.D selaku Owner Bolabot, yaitu perusahaan robotik yang bergerak dibidang riset dan edukasi di Bandung yang kebetulan kami selaku Mahasiswa Fisika Instrumentasi UIN Bandung diberikan tugas untuk melanjutkan riset tentang AVO Meter Arduino.

Dalam postingan bagaiamana cara membuat digital volt meter menggunakan arduino uno ini saya tidak akan share semua data riset, tapi hanya dasar-dasar saja mengenai cara membuat volt meter menggunkan arduino dengan interface Lcd. Kelanjutannya silahkan anda kembangkan sendiri dengan kalibrasi besaran resistor yang digunakan.

Sebelumnya materi ini juga sudah kami jadikan sebagai modul praktikum Elektronika Dasar II.

Tahap I Perangkaian Komponen Digital Volt Meter Arduino

Rangkaian digital volt meter ini bisa langsung anda buat versi Riil nya. Tapi saya sarankan untuk membuat simulasi terlebih dahulu seperti pada gambar dibawah. Hal ini untuk memudahkan anda nanti pada tahap kalibrasi alat volt meter.

Membuat digital volt meter menggunakan arduino uno
Gambar Simulasi Rangkaian Volt Meter Arduino di Proteus

Setelah rangkain volt meter digital selesai di susun seperti gambar diatas, buatlah program arduino nya dengan menyesuaikan besaran resistor yang dipakai. anda juga bisa langsung copas program digital volt meter dibawah ini dan melakukan verify untuk mendapatkan kode.hex nya lalu di terapkan ke simulasi rangkaian volt meter arduino di proteus.

Program Digital Volt Meter Menggunakan Arduino

int sensor = A1;
float R1 = 100000;//100K
float R2 = 1000;//1K

void setup(){

Serial.begin(9600);
pinMode(sensor, INPUT);
}

void loop(){

float adc = analogRead(sensor);
float Vadc = 5*adc/1023;
float V_ukur=Vadc*(R1+R2)/R2;

Serial.print("V ukur: ");
Serial.print(V_ukur);
Serial.println(" Volt");
Serial.print("adc: ");
Serial.print(adc);
Serial.println(" adc");

delay(300);

}


cara cepat jadi youtuber
Kelas Youtube


Setelah proses verify, carilah kode.hex nya dibagian bawah software arduino seperti tampak pada gambar dibawah ini dengan spesipikasi akhiran namafolder.ino.hex

Program Membuat digital volt meter menggunakan arduino uno

Secara garis besar, hasilnya pasti akan sama dengan gambar dibawah.
Silahkan ganti nilai besaran volt yang diukur / besar volt bateray.... apakah hasilnya akan mendekati atau tidak ?

"Lakukan proses diatas (ganti nilai besar volt bateray) dimulai dari yang terkecil sampai batas maksimum pengukuran".

Maksud dari batas maksimum pengukuran adalah hasil terbesar pengukuran tegangan yang didapat di virtual terminal mendekati dengan nilai volt bateray asli. begitupun dengan batas minimum.

Bagaimana Cara Membuat digital volt meter menggunakan arduino uno
Gambar Simulasi Pengujian Volt Meter Arduino 
Ketika batas maksimum dan minimum sudah diketahui, apakah alat volt meter digital ini hanya dapat mengukur dengan batasan itu...?

Tidak. Ini masih proses awal, dengan kata lain hanya dasarnya saja. anda bisa melakukan kalibrasi nilai resistor dengan memanfaatkan Hukum Ohm V = I x R. Yang nantinya akan diketahui pula nilai maks dan minimumnya setiap resistor yang dipakai.


Tahap II Pengujian Akhir Volt Meter Digital dengan Penambahan LCD 16x4 sebagai Interface Alat

Dengan penambahan komponen LCD, kita akan tau besar kecilnya sebuah tegangan yang di ukur. Dengan kata lain alat digital volt meter ini bisa seperti multimeter digital pada umumnya. Tapi, jika anda tidak mempunyai Lcd nya, anda bisa memanfaatkan laptop sebagai interface alat, yaitu dengan membuka menu Serial Monitor pada software arduino.

Membuat digital volt meter menggunakan arduino uno
Gambar Volt Meter Arduino dengan Interface LCD 16x4

Program Akhir Volt Meter Digital Menggunakan Arduino

#include <LiquidCrystal.h>  //memasukan fungsi library LCD
LiquidCrystal lcd(13, 12, 11, 10, 9, 8);
int sensor = A0;
float R1 = 100000;
float R2 = 1000;

void setup(){
Serial.begin(9600);
lcd.begin(16, 4);// definisi type lcd yang dipakai
pinMode(sensor, INPUT);
}

void loop() {
float adc = analogRead(sensor);
float Vadc = 5*adc/1023;
float V_ukur=Vadc*(R1+R2)/R2;

Serial.print("V ukur: "); Serial.print(V_ukur);
Serial.println(" Volt");
Serial.print("adc: "); Serial.print(adc); Serial.println(" adc");

lcd.setCursor(0, 0);lcd.print("Volt = ");lcd.setCursor(7, 0);
lcd.print(V_ukur);lcd.print(" V");

lcd.setCursor(0, 1);lcd.print("adc = ");lcd.setCursor(6, 1); lcd.print(adc);

lcd.setCursor(0, 2);lcd.print("Vadc = ");lcd.setCursor(7, 2);
lcd.print(Vadc);

lcd.setCursor(0, 3);lcd.print("== Volt Meter ==");
delay(350);
}




cara dapet dollar dari upload video di facebook
Cara dapet dollar dari upload video di facebook



Postingan ini akan menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara membuat digital volt meter menggunkan arduino uno dan program volt meter arduino disertai rangkaian.


Semoga bermanfaat... 

Terimaksih sudah baca artikel ini sampai selesai. 
Oh ya...dalam postingan selanjutnya saya akan bahas tentang bagaimana cara membuat digital Ohm Meter Arduino. Tentunya ini merupakan kelanjutan dari postingan saya mengenai cara membuat avo meter.





BACA JUGA :

Sunday, April 14, 2019

OPERATIONAL AMPLIFIER INVERTING DAN NON-INVERTING

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR II OPERATIONAL AMPLIFIER INVERTING DAN NON-INVERTING


Abstract

Penguat operasional atau sering disebut op-amp merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk memperkuat sinyal arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC). Penguat operasional terdiri atas transistor, resistor dan kapasitor yang dirangkai dan dikemas dalam rangkaian terpadu (Iintregated circuit). Dalam penggunaannya op-amp dibagi menjadi dua jenis yaitu penguat linier dan penguat tidak linier. Penguat linier merupakan penguat yang tetap mempertahankan bentuk sinyal masukan, yang termasuk dalam penguat ini antara lain penguat non inverting, penguat inverting, penjumlah diferensial dan penguat instrumentasi. Sedangkan penguat tidak linier merupakan penguat yang bentuk sinyal keluarannya tidak sama dengan bentuk sinyal masukannya, diantaranya komparator, integrator, diferensiator, pengubah bentuk gelombang dan pembangkit gelombang. namun pada praktikum ini hanya akan dibahas tentang rangkaian dari inverting dan non-inverting. Inverting ampli er dimana input dengan outputnya berlawanan polaritas. Jadi ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting ampli er adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1 nilai tegangan dari keluaran penguat inverting yang dihasilkan selalu bernilai lebih kecil dari satu bahkan selalu bernilai negatif misalkan data hasil praktikum menunjukan bahwa Vo data yang didapat yaitu : -2.16,-2.39,-2.37,-3.02 dengan satuan volt. Dan ketika input dimasukkan pada input non-inverting sehingga polaritas output akan sama dengan polaritas input tapi memiliki penguatan yang tergantung dari besarnya hambatan feedback dan hambatan input maka Penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya,data yang dihasilkan dari sebuah perhitungan yaitu: 5.67, 5.86, 5.48, dan 5.77 dalam satuan volt. Dari hasil teori dengan praktikum menunjukan perbandingan yang tidak terlalu jauh menunjukan bahwa kesamaan hasil data antara praktikum dengan teori.

Kata Kunci : Komparator, Inverting, Non-Inverting, resistor, Osiloskop.


1 Pendahuluan1.1 Latar Belakang


Kebutuhan manusia akan kemudahan yang semakin meningkat menuntut adanya automatisasi di segala bidang. Contohnya teknologi robot mobil, dan seringkali robot bergerak belum dilengkapi sistem monitoring dan navigasi yang mampu membimbing robot melintasi jalur hingga ke sasaran, maka perlu dibuat suatu sistem navigasi dan monitoring robot sehingga robot dapat mencatat data suhu dan dapat dikendalikan secara nirkabel sampai ke sasaran. Sistem ini dapat diaplikasikan pada sistem akuisisi suhu reaktor kimia, akuisisi suhu di ruangan bersuhu ekstrim dan sebagainya. 

Dengan adanya sistem ini maka proses navigasi sekaligus akuisisi akan lebih mudah karena dapat dilakukan secara nirkabel. Pada laporan modul 9 ini dilakukan pembuatan simulasi rokot kontrol digital deteksi suhu menggunakan LM35 yang didalamnya diprogram untuk bergerak sesuai dengan temperatur suhu disekitarnya, dimana pada laporan ini robot diperintahkan maju, mundur, belok kiri dan belok kanan pada saat mendeteksi suhu tertentu disekitarnya. Sebagai mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berkonsentrasi dibidang Fisika Sains dan Teknologi sudah menjadi tuntutan untuk menguasai dibidang mekanik dan mampu untuk bersaing dengan Mahasiswa dan praktisi lainnya yang bergerak dibidang sains dan teknologi.

1.2 Tujuan


Dari praktikum simulasi Op-Amp Invering dan Non-Invering diharapkan mampu mendeskripsikan alur rangkaian serta menganalis.

1.3 Dasar Teori

Penguat operasi (operational amplier = op-amp) adalah penguat yang dapat menanggapi dan memperkuat sinyal input dc maupun ac. Disebut penguat operasi (operational amplier) karena penguat ini mula-mula digunakan untuk melaksanakan operasioperasi matematika dalam komputer analog seperti perkalian pembagian, penjumlahan, pengurangan, diferensial, dan integral. 

Dilihat dari luar penguat operasi tampak seperti alat tunggal, tetapi sebenarnya di dalamnya terdiri atas beberapa penguat yang dihubungkan berderet. Gambar 1 menunjukkan diagram blok dari penguat operasi. Tampak di dalamnya terdapat penguat diferensial dengan impedansi input sangat besar, penguat tegangan dengan penguatan yang sangat besar, dan penguat dengan impedansi output sangat kecil.


Op-Amp Inverting


Laporan Praktikum Elektronika Dasar II Op Amp Inverting dan Non inverting
Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaian penguat pembalik dengan impedansi masukan sangat rendah. Rangkaian penguat inverting akan menerima arus atau tegangan dari tranduser sangat kecil dan akan membangkitkan arus atau tegangan yang lebih besar. 

Rangkaian dasar penguat inverting adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 1, dimana sinyal masukannya dibuat melalui input inverting. Rangkaian ini adalah pengubah dari arus menjadi tegangan dan digerakkan oleh sumber tegangan dan bukan sumber arus. Tahanan sumber R1, bagian umpan baliknya berubah dan beberapa sifat umpan balik juga berubah. Inverting amplier ini, input dengan outputnya berlawanan polaritas. Jadi ada tanda minus pada rumus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting amplier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1, misalnya -0.2, -0.5, -0.7 dan selalu negatif.


Op-Amp Non-Inverting

Laporan Praktikum Elektronika Dasar II Op Amp Inverting dan Non inverting

Laporan Praktikum Elektronika Dasar II Op Amp Inverting dan Non inverting
Banyak rangkaian elektronika yang memerlukan penguatan tegangan atau arus yang tinggi tanpa terjadi pembalikan (inversion) isyarat. Peguat op-amp tak membalik (non inverting op-amp) didesain untuk keperluan ini. Rangkain ini dapat digunakan untuk memperkuat isyarat AC maupun DC dengan keluaran yang tetap sefase dengan masukan. Impedansi masukan dari rangkaian ini berharga sangat tinggi dengan nilai sekitar 100 M. 

Dengan isyarat masukan dikenakan pada terminal masukan noninverting, besarnya penguatan tegangan tergantung pada harga in R dan F R yang dipasang. Isyarat keluaran penguat ini diambil dari resistor L R (biasanya berharga sekitar 35-50). Penguat non inverting ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya. Untuk menganalisa rangkaian penguat op-amp non inverting, caranya sama seperti menganalisa rangkaian inverting. Rangkaian nin-inverting ini sama dengan rangkaian inverting hanya perbedaannya adalah terletak pada tegangan inputnya dari masukan noninverting.

2. Alat dan bahan


Alat dan Bahan yang kami gunakan pada praktikum ini yaitu:
  1. Banana konector === 4 buah
  2. Multimeter ===1 buah
  3. Sinyal generator === 1 buah
  4. Rangkaian inverting dan non-inverting ===1 buah

2.1 Diagram Alir
2.1.1 Simulasi Rangkaian Op-Amp


>> Buka sofware Multisim

>> Cek kelayakan alat dan bahan

>> Nyalakan saklar untuk rangkaian kit Op-Amp

>> Analisis rangkaian kit operational amplier

>> Memasukan data hasil pengamatan

>> Bandingkan hasil data dengan rumus

>>Selesai

3. Pembahasan dan Hasil

1. Penguat Rangkaian Inverting Op-Amp (Closed Loop)

Dalam percobaan ini kami menggunakan rangkaian operational inverting dengan data:

Vcc = 18volt
Vee = -18volt
R1 = 1kiloohm
R2 = 2kiloohm

Tabel hasil eksperimen yang telah dilakukan:

Laporan Praktikum Elektronika Dasar II Op Amp Inverting dan Non inverting


Rangkaian penguat pembalik sinyal masukkan diberikan melalui sebuah resistor masukkan (Ri) yang dihubungkan secara seri terhadap masukkan pembalik (inverting input) yang disimbolkan dengan (-). sinyal keluaran penguat operasional pada rangkaian penguat pembalik (inverting amplier) diumpan balikan melalui (Rf) kemasukkan yang sama,pada prinsip sebuah penguat operasional (operational amplier) idela memiliki impedansi masukan yang sangat besar hingga dinyatakan sebagai impedansi masukan tak terhingga (innite input impedance). 

Kondisi penguat operasional yang memiliki impedansi masukkan tak terhingga tersebut menyebabkan tidak adanya arus yang melewati masukkan membalik (inverting input) pada penguat opersional. keadaan tak berarus pada masukkan membalik tersebut membuat tegangan jatuh diantara masukkan membalik dan masukkan tak membalik bernilai 0Volt. Inverting amplier ini, input dengan outputnya berlawanan polaritas. Jadi ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting amplier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1 nilai tegangan dari keluaran penguat inverting yang dihasilkan selalu bernilai lebih kecil dari satu bahkan selalu bernilai negatif misalkan data hasil praktikum menunjukan bahwa Vo data yang didapat yaitu : -2.16,-2.39, -2.37,-3.02 dengan satuan volt. kondisi tersebut menunjukan bahwa tegangan pada masukkan membalik adalah bernilai 0Volt karena kondisi masukkan tak membalik (non-inverting input) yang di hubungkan ke ground. kondisi masukkan membalik (inverting input) yang memiliki tegangan 0Volt tersebut dinyatakan sebagai ground semu (Virtual Ground).

BACA JUGA :

  1. Cara Berbisnis Dropship, Jasa dan Menjadi Seorang Affiliate Tanpa Modal 
  2. Cara Advanced FB ADS dan IG ADS 
  3. Teknik List Building dan Email Marketing 
  4. Membuat Video Profesional dengan Power Point 


Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif untuk membalik dan menguatkan sebuah tegangan. Resistor Rf melewatkan sebagian sinyal keluaran kembali ke masukan. Karena keluaran tak sefase sebesar 180 derajat, maka nilai keluaran tersebut secara efektif mengurangi besar masukan sehingga tegangan yang dihasilkan dari rangkaian Op-Amp inverting menjadi negatif. data hasil dari eksperimen dengan hasil perhitungan hampir mendekati kesaan ini menunjukan bahwa antara teori rumus persaan benar dengan setiap keluaran dari Op-Amp inverting selalu bernilai negatif.

2. Penguatan Rangkaian Non-Inverting Op-Amp (Closed Loop)

Dalam percobaan ini kami menggunakan rangkaian operational inverting dengan data:

Vcc= 18volt
Vee= -18volt
R1= 1kiloohm
R2= 2kiloohm

Tabel hasil eksperimen yang telah dilakukan:

Laporan Praktikum Elektronika Dasar II Op Amp Inverting dan Non inverting

Rangkaian penguat tak membalik ( non inverting amplier) sinyal masukkan diberikkan ke masukkan tak membalik (non inverting input) kemudian keluaranya diberikkan kembali ke masukkan membalik (inverting input) melalui rangkaian umpan balik (feed back) yang terbentuk dari resistor masukkan (Ri) dan resistor umpan balik (Rf) tersebut membentuk sebuah rangkaian pembagi tegangan yang mengurangi tegangan keluaran (Vout) dan menghubungkan tegangan keluaran yang telah berkurang tersebut kemasukkan membalik (inverting input), ketika input dimasukkan pada input non-inverting sehingga polaritas output akan sama dengan polaritas input tapi memiliki penguatan yang tergantung dari besarnya hambatan feedback dan hambatan input maka Penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting. 

Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya,data yang dihasilkan dari sebuah perhitungan yaitu: 5.67, 5.86, 5.48, dan 5.77 dalam satuan volt jadi hasil eksperimen yang telah dilakukan menunjukan bahwa data yang dihasilkan sesuai dengan data hasil perhitungan dengan menggunakan teori yang ada.

4. Kesimpulan

Dari praktikum modul C yang berjudul amplier inverting dan non-inverting ini dapat disimpulkan bahwa: Penguat operasional atau sering disebut op-amp merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk memperkuat sinyal arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC). Penguat operasional terdiri atas transistor, resistor dan kapasitor yang dirangkai dan dikemas dalam rangkaian terpadu (Iintregated circuit). Inverting amplier dimana input dengan outputnya berlawanan polaritas.
Jadi ada tanda minus pada rumus penguatannya. Penguatan inverting amplier adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1 nilai tegangan dari keluaran penguat inverting yang dihasilkan selalu bernilai lebih kecil dari satu bahkan selalu bernilai negatif misalkan data hasil praktikum menunjukan bahwa Vo data yang didapat yaitu : -2.16,-2.39,-2.37,-3.02 dengan satuan volt. Dan ketika input dimasukkan pada input non-inverting sehingga polaritas output akan sama dengan polaritas input tapi memiliki
penguatan yang tergantung dari besarnya hambatan feedback dan hambatan input maka Penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya,data yang dihasilkan dari sebuah perhitungan yaitu: 5.67, 5.86, 5.48, dan 5.77 dalam satuan volt. Dari hasil teori dengan praktikum menunjukan perbandingan yang tidak terlalu jauh menunjukan bahwa kesamaan hasil data antara praktikum dengan teori.

References

[1] http://www.bolabot.com/2013/01/robot-kontrol-digital-bolabot.html, Diakses 01 Desember 2014 jam 12:15 wib.

[2] Sanjaya, M. Pengenalan Robotika, Bolabot Techno Robotic School, Bandung, 2012.

[3] Sanjaya, M. Modul Membuat Robot itu Asyik, Bolabot Techno Robotic School, Bandung, 2012.

[4] Ir.Agus Arif,MT, Sensor Suhu, Universitas Jogjakarta.


PS: Laporan ini hanya untuk sebagian acuan saja, saya sadar banyak penulisan dan pemaparan yang kurang benar. Karena saat menulis laporan ini, saya masih belum faham apapun.
Terimakasih.

Tuesday, December 11, 2018

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR II PULSE WIDE MODULATION (PWM)

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR II PULSE WIDE MODULATION (PWM)



Ringkasan

Praktikum tentang Pulse Wide Modulation ini bertujuan untuk memahami input analaog, memahami pengaturan tegangan keluaran, dan mampu merancang rangakaian pengatur redup pada led, alat dan bahan yang kami gunakan meliputi board arduino family, software arduino, project board, resistor, button, led, kabel jamper dan potensiometer sebagai pengatur tegangan, hasil percobaan secara umum dinyatakan berhasil, dalam rangakaian ini kami menggunakan metode pull-down dimana saat button ditekan secara otomatis Led akan menyala, dan secara rangakaian metode pull-down ini memiliki ciri khusus yaitu ditempatkannya ground setelah resisitor, adapun dalam penggunaan board arduino kami menggunakan input analog dan input digital yaitu untuk membaca nilai analog pada input pin yang akan menghasilkan nilai integer antara 0-1023. PWM dalam hal ini difungsikan sebagai pengaturan nyala terang led dan regulator tegangan, pin inputan yang kami pakai adalah ... untuk pengaturan nyala terang led kami menggunakan delay sebesar 10, hal ini ditujukan untuk mengatur jarak waktu led untuk menyala ke terang dan kembali ke gelap, dan agar led saat button ditekan tidak kembali lagi kesemula (gelap ke terang, terang ke gelap) kami gunakan batas terang sebesar 225 dan batas gelapnya 0 (duty cycle).

Kata Kunci: Board arduino, LED, PWM, delay, input Analog.


1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Saturday, September 22, 2018

Cara Membuat Alat Penentu Arah Kiblat Menggunakan GPS


Dalam artikel ini saya akan bongkar habis habisan  Cara Membuat alat arah kiblat menggunakan kompas, GPS, dan Arduino.

yang akan saya bahas disini adalah :

1. Keunggulan alat dibandingkan dengan yang lain, seperti Aplikasi Android, perhitungan      M.excel dan Alat arah kiblat tanpa GPS.

2. Rumus Trigonometri Bola serta turunannya (Rumus menentukan Arah Kiblat)

3. Cara cek komponen vital (Kompas dan GPS) serta Kalibrasi kompas

4. Rancang bangun alat disertai dengan Desain dan Program (Tinggal ikuti aja tutorialnya),     jika bingung bisa hubungi kami.



A. KEUNGGULAN

Dimanapun kita berada, alat ini dapat menentukan arah kiblat, tidak terikat dengan data internet (Offline) dan tidak mesti ribet input tempat seperti memasukan lokasi longitude dan latitude, Karena apa, karena alat ini berbasis Gps.

Alat ini juga tidak terikat dengan waktu, mau siang atau malam. Kita bisa menentukan arah kiblat yang akurat. Karena alat ini menggunakan kompas digital.

Tidak perlu ribet dengan perhitungan manual karena sudah Auto dan alat akan berbunyi + laser menyala ke depan saat posisi arah kiblat ditemukan.

Yang terakhir, ini yang paling2 sangat membedakan menurut saya adalah alat ini sudah dilengkapi dengan nilai deklinasi magnetik.



Thursday, August 23, 2018

Cara Menampilkan Anak Panah di LCD Menggunakan Arduino UNO

Berdasarkan pengalaman saya, nyari referensi di internet yang memuat cara untuk menampilkan anak panah di lcd 16x2 menggunakan arduino itu susah, kebanyakan memuatnya pake AVR bukan Arduino.

Dari sinilah saya ingin berbagi kepada anda tentang :

Program arduino menampilkan anak panah ke kanan pada LCD 16x2
Program arduino menampilkan anak panah ke kiri pada LCD 16x2

Untuk percobaannya, saya lakukan di software Proteus ya. Seperti gambar di bawah ini.

Naah setelah anda selesai dalam hal desain / rangkain arduino ke lcd, silahkan ketik / copas program dibawah ini.
Note : lcd nya gak harus type 16x2, tergantung kebutuhan aja ya.


***

#include <LiquidCrystal.h>
 const byte panah_KANAN = B01111110;//inilah kode anak panah kanan
 LiquidCrystal lcd (6, 5, 4, 3, 2, 1);

void setup() {
lcd.begin(16, 2);
  lcd.clear();
  lcd.setCursor(1,0);
  lcd.write(panah_KANAN);
}

void loop() {
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("@fikriibrahimn");
  delay(300);
}

***
Pertanyaan !
Kenapa kode program anak panahnya di eksekusi di void setup ?
Gak kenapa napa, mau di simpan di void loop juga boleh...hhee
Sekali lagi, gimana kebutuhannya aja.
***

Ini adalah program untuk menampilkan anak panah ke kiri, tinggal ketik .copas aja ya.





**

#include <LiquidCrystal.h>
const byte panah_KIRI= B01111111;
LiquidCrystal lcd (6, 5, 4, 3, 2, 1);
void setup() {
  // set up the LCD's number of columns and rows:
  lcd.begin(16, 2);
  lcd.clear();
  lcd.setCursor(1,0);
  lcd.write(panah_KIRI);
}
void loop() {
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("@fikriibrahimn");
  delay(300);
}

***
Dapat disimpulkan bahwa untuk membuat anak panah di lcd hanya memerlukan tambahan program :
const byte panah_KANAN = B01111110;
const byte panah_KIRI= B01111111;

***

Baca Juga :


Cara Menuliskan Text Panjang di LCD 16x2 Menggunakan Arduino UNO



Karena keterbatasan dana, tapi keperluan mengharuskan saya untuk menuliskan text panjang di lcd 16x2 tapi bukan mode scrool ya....inilah salah satu masalah saya di tahun 2017 lalu.
Cari cari di internet gak nemu...haha

Mungkin kurang piknik

**
Akhirnya ketemu di salah satu buku legend menurut saya. Hhe, mau nulis cerpenpun bisa di lcd.
Inilah salah satu contoh programnya yaitu program menuliskan text panjang pada LCD (Gak harus type 16x2 ya), tinggal edit edit dikit aja sesuai kebutuhan ya..




***




Tinggal copas aja ya program dibawah, nanti tinggal ubah text nya mau tulisan apa.


BACA JUGA :



#include <LiquidCrystal.h>
// initialize the library with the numbers of the interface pins
LiquidCrystal lcd (6, 5, 4, 3, 2, 1);
  String teks= "Percobaan lcd 16x2 text panjang";
  int indeks =0;

void setup() {
  // set up the LCD's number of columns and rows:
  lcd.begin(16, 2);
  lcd.clear();
  lcd.print("Fikri");
  teks= teks +
  "Pada hari minggu kuturut ayah ke kota. "+
  "Naik delman istimewa kududuk dimuka."+
  "kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja"+
  "tuk tik tak tik tuk... !";
}

void loop() {
  char st[17];
  st[16];

  for (int j=0;j<16;j++)
  if (indeks + j < teks.length() )
  st [j] = teks [indeks + j];
  else
  st[j]=32; //spasi
  //tampilkn di baris dua
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print(st);
  //peroleh indek berikutnya
  indeks++;
  if (indeks== teks.length()-1)
  indeks=0;
  delay(300);
}


Baca Juga :